Rabu, 13 November 2019

CHARLIE'S ANGELS: 16 TAHUN PENANTIAN YANG TAK BOLEH DILEWATKAN

Generasi X yang saat film Charlie’s Angels pertama tahun 2000 rilis pastinya telah menanti rilis sekuelnya pada Nopember 2019 ini. Film yang dibintangi oelh Drew Barrymore, Cameron Diaz, dan Lucy Liu saat itu memang sangat menarik. Film ini diangkat dari serial televisi dengan judul yang sama pada tahun 1970-an, tak ayal kehadiran Charlie’s Angels versi layar lebar menjadi sangat dinantikan. Film itu dirilis pada tanggal 3 November 2000. Sekuelnya juga dirilis tahun 2003 dengan judul Charlie’s Angels: Full Throttle.

Namun, jangan salah, Charlie’s Angels versi tahun 2019 bukanlah ‘versi muda’ dari Natalie, Dylan, dan Alex yang saat itu diperankan oleh Diaz, Barrymore, dan Liu. Charlie’s Angels yang rilis di Jakarta tanggal 13 November 2019 ini diperankan oleh Elizabeth Banks, yang juga menyutradarai film ini, sebagai Bosley, Kristen Stewart, Naomi Scott, Ella Balinska, serta actor gael Patrick Stewart. Yang agak janggal pada film ini adalah, kita yang terbiasa mengikuti serial fil X-Men pasti agak kecewa Karena Patrick di film ini membawakan peran antagonis. Bukankah beliau telah dilekati dengan peran protagonist pada serial X-Men selama ini. 
Cerita Charlie’s Angels kali ini dimulai dengan adegan perayaan pensiunnya John Bosley (Patrick Stewart) dari Townsend Agency. Kristen memerankan Sabina, Naomi Scott, dan Jane, si mantan anggota M16, diperankan dengan baik oleh Ella Balinska. Charlie’s Angels kali ini tetap menceritakan tentang perempuan cantik menawan nan tanggih dan cerdas dalam menumpas kejahatan. 
Kisahnya dimulai saat seorang ilmuwan sistem (Elena) yang membongkar adanya ancaman dari sebuah teknologi pengganti listrik berbahaya yang dikembangkan dari kristal sianida. Namun keberadaan ilmuwan ini dianggap sebagai sebuah ancaman untuk pengembangan bisnis perusahaan, dan menjadi target pembunuh bayaran pelaku intrik bisnis. Elena kemudian melaporkan temuannya ini pada agensi para Angels. Di sana Elena bertemu dengan Sabina dan Jane. Jane sendiri adalah mantan anggota M16 yang berkarakter lurus, kepala dingin, dan dapat diandalkan dalam membidik menggunakan senjata api. Karakter yang berbeda dengan Sabina yang adalah orang kaya namun berkemauan bebas 

Konflik di film ini sudah dimulai sejak awal. Bahkan pertemuan antara Sabina dan Jane menjadi riak konflik kecil yang dibawa dan dibahas terus hingga akhir film. Hingga di tengah film, kita bahkan akan dikecohkan dengan konflik yang dibuat tentang siapa sebenarnya pengkhianat dalam misi penyelamatan ini. Apakah Charlie’s Angels yang masih hanya dua orang yaitu Jane dan Sabina telah bekerja pada pihak yang benar atau justru membela pengkhianat. Menarik sekali. 

Dengan adegan pertarungan yang seru dan penggunaan stuntmant dan animasi yang canggih, sungguh film ini tidak akan membuat anda bosan mengikuti jalan ceritanya hingga akhir. 

Kehadiran Hodak, Mr. Tattoo akan membuat penonton semakin terkecoh pada siapa sebenarnya Hodak ini bekerja. Apalagi Hodak selalu mengincar Elena yang saat itu belum termasuk sebagai angels-nya Charlie. 


Dalam durasi satu jam 58 menit anda akan menikmati ‘pengkhianatan dalam pengkhianatan’. 16 tahun penantian yang tidak sia-sia. Jangan sampai anda ketinggalan film ini!

1 komentar:

  1. Mantap... Ketinggalan nonton yang ini..
    Thanks buat review spoilernya..


    Bedhe

    BalasHapus

MENILIK KONTROVERSI DARI SUDUT YANG LAIN: KUCUMBU TUBUH INDAHKU (MEMORIES OF MY BODY)

Film yang cukup fenomenal ini dirilis pada bulan keempat tahun 2019 dan mulai tayang di bioskop pada tanggal 18 April. Banyak pro dan k...